MARI KITA PUTUSKAN MATA
RANTAI PENYEBARAN COVID-19
Tangerang – Saat
ini di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) masih belum ada vaksin untuk
mencegah penyakit corona virus (COVID-19). Sampai dengan saat ini jumlah
perkembangan COVID di INDONESIA masih terus naik, “di konfirmasi jumlah yang
positif mencapai 7775 orang, sembuh 960 orang, dan yang meninggal dunia 647,”
Sumber Wikipedia, Jumat (24/4/2020) Siang. Maka dari itu pemerintah menghimbau
kepada semua masyarakat untuk berdiam diri dirumah guna memutus mata rantai
penyebaran virus Corona.
Wabah
virus Corona (COVID-19) memiliki ciri-ciri berupa gejala ringan seperti pilek,
batuk, sakit tenggorokan, dan demam. Gejala lainnya yang cukup serius bagi
sebagian orang dan dapat menyebabkan pneumonia atau sesak nafas.
Dalam
beberapa kasus, virus Corona (COVID-19) ini dapat menyebabkan kematian,
terutama kepada orang-orang dengan usia lanjut dan memiliki resiko tinggi
(seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung), lebih rentan untu mengalami
gejala yang berat.
Berikut
beberapa tips untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona tersebut :
1. Mencuci tangan secara rutin dengan gel pembersih yang
memiliki kandungan alkohol atau sabun, bilas dengan air bersih.
2. Menutup hidung dan mulut dengan tisu, atau batuk dan
bersin pada bagian dalam siku.
3. Hindari keramaian / kerumunan.
4. Tidak melakukan aktivitas di luar rumah
6. Hindari interaksi fisik (1 meter atau 3 kaki) dengan
siapapun.
7. Hindari orang yang memiliki gejala batuk, pilek, atau
flu.
8. Ketika terpaksa harus berpergian keluar rumah,
sesampainya dirumah segera mungkin untuk mandi dan membersihkan diri.
10. Berjemur guna untuk meningkatkan imun tubuh.
Sejauh
ini pemerintah juga sudah memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)
guna memutus penyebaran virus corona. Pemerintah sangat serius dalam menangani
pandemi virus Corona tersebut. Untuk sekarang pemerintah juga mengadakan check point yang di dampingi oleh dinas
kesehatan setempat dan TNI POLRI, semua yang berkendara di periksa. Jika ada
pengendara yang masih melanggar syarat-syarat tertentu akan di berikan teguran
dan di putar balikan dan di himbau untuk segera kembali ke kediamannya.
Pemerintah
juga menegaskan kepada masyarakat untuk tahun ini yang mau mudik, untuk tidak
pulang atau di tunda dahulu. Karena ditakutkan malah membawa wabah virus Corona
tersebut ke kampung halaman nya masing-masing.
KELUHAN
MASYARAKAT TERHADAP PANDEMI CORONA
Dito
Satria
Minggu, 14 Juni 2020
Tangerang - Karena jumlah pasien positif
masih terus meningkat, pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk berdiam
diri dirumah, serta mengeluarkan larangan untuk mudik, karena di takutkan
membawa virus ke kampung halaman. Namun di tengah kebijakan pemerintah tersebut
masyarakat menjadi bingung karena sudah sulit bertahan hidup di Kota disaat –
saat seperti ini dan lebih memilih kembali ke kampung halaman.
Banyak masyarakat yang di rumahkan tanpa menerima
bayaran oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Bahkan banyak pula yang sampai
di PHK dari perusahaan nya, dan membuat mereka memutuskan untuk pulang ke
kampung halaman karena sudah tidak punya pekerjaan.
Tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan masalah
penurunan ekonomi mereka terhadap pemerintah. Masyarakat juga sangat menantikan
datang nya bantuan sembako dari pemerintah, supaya mereka dapat bertahan hidup
di tengah pandemi corona ini. Banyak masyarakat yang mengeluh dan menyangkan
karena bantuan tersebut tidak sebanyak yang di beritakan.
“Yang masyarakat dengar dari berita tentang bantuan
mencapai 600rb, Namun ketika sampai masyarakat hanya beras 5kg, telur 2kg, dan
10 bungkus mie instan. Jika di kalkulasi jumlahnya tidak sampai 600rb”, dari
narasumber yang namanya tidak mau di sebutkan.
Beberapa masyarakat bahkan sudah menjual barang
berharganya seperti emas dan barang barang berharga lainnya untuk mereka makan
dan bertahan hidup, bahkan sudah bingung juga apa yang harus di jual lagi. Karena
bantuan pemerintah yang terbatas dan bahkan tidak semua warga mendapatkannya
dan akhirnya banyak masyarakat yang kesusahan dan kelaparan.
“karena enggak semua warga dapet bantuan sembako
disini, begitu bantuan itu datang Warga sini dan RT setempat itu langsung
menghitung ratakan. Biar sedikit tapi di usahakan semua warga disini kebagian
gitu. Sebab yang merasakan susah kan bukan kita doang, masih banyak juga warga
lainnya gitu makannya kasihan kalo gak kebagian. “ ucap salah seorang warga di
tangerang.
“Kita semua berharap untuk masalah virus corona ini
cepat selesai dan bersihlah, supaya semuanya bisa kembali normal lagi gitu.
Karena udah puyeng juga kita pak banyak yang tidak bisa kerja jadinya. Sudah
susah buat makan, kerja di PHK, dagang dilarang, bahkan pulang kampungpun
sampai gaboleh. Kami bingung harus gimana lagi” sambut ibu – ibu kampung
sekitar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar