Kamis, 26 Maret 2020

#dirumahaja


NAMA            : Dito Satria
NIM                : 1971510449

            Saat ini Negara Kesatuan Republik Indonesia sedang berduka karena wabah atau virus yang berskala internasional yaitu COVID 19 atau biasa disebut dengan CORONA sudah memasuki wilayah Republik Indonesia. Dan sekiranya sampai saat ini dari sumber berita yang ada, jumlah masyarakat yang terjangkit atau positif COVID 19 telah mencapai angka 893 orang. "Saat ini Menteri Kesehatan telah menetapkan bahwa virus Covid-19 sebagai wabah atau kejadian luar biasa (KLB)," kata Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma’ruf dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2020).
Banyak dampak yang terjadi dari wabah virus Corona tersebut. Salah satunya yaitu penurunan dari segi ekonomi yang tingkatan nya sudah Nasional, karena semua kantor-kantor, mall, sekolah, universitas, tempat hiburan, fasilitas umum dan semua yang memicu adanya keramaian itu di liburkan dan ditutup sementara. Semua diarahkan untuk Work From Home. Semua diarahkan kerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah. Guna memutus tali rantai penyebaran COVID 19.
Dan pemerintahpun sudah mengumkan kepada masyarakat semua untuk berdiam diri dirumah atau melakukan social distancing, serta lebih menjaga pola hidup yang lebih sehat dengan cara makan makanan sehat, istirahat yang cukup, berolahraga, serta menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan.
Tidak  tanggung-tanggung Polri pun sudah mengeluarkan larangan bagi siapa saja yang suka nongkrong rame-rame. Termasuk bagi yang suka nongkrong di cafe, polisi akan bubarkan secara paksa demi menghindari penularan virus corona.
Larangan ini sesuai maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis Nomor Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona.
“Apabila ada masyarakat yang membandel, yang tidak mengindahkan perintah personel yang bertugas untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara, kami akan proses hukum,” ancam Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (23/3/2020).

Semoga dunia lekas membaik dan pulih
#dirumahaja

Rabu, 04 Maret 2020

TUGAS MEMBUAT BERITA HARDNEWS / SOFTNEWS


NAMA            : DITO SATRIA
NIM                : 1971510449




DEMI MELAWAN CORONA, IMF KUCURKAN DANA HINGGA 700 T






           
Jakarta - Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengumumkan paket bantuan senilai US$ 50 miliar atau setara Rp 700 triliun (kurs Rp 14.000) untuk memerangi virus corona. IMF dan Bank Dunia menyatakan siap membantu negara-negara anggota kedua lembaga itu, terutama negara miskin untuk mengatasi tragedi manusia maupun tantangan ekonomi yang ditimbulkan oleh virus corona.

Mengutip CNBC, Kamis (5/3/2020), sebagian besar uang itu bebas bunga.
"Apa yang kami lakukan saat ini adalah meninjau negara demi negara apa kebutuhan keuangannya, dan terlibat dengan negara-negara ini untuk memastikan mereka mengetahui sumber daya ini dan kami dapat segera merespons mereka," kata Georgieva.

"Kami berada dalam tahap awal keterlibatan, tetapi saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami akan bertindak sangat cepat saat permintaan datang," sambungnya.
Wabah virus corona telah membunuh lebih dari 3000 orang dengan jumlah kasus yang mencapai 90.000 lebih.

Kasus yang terkonfirmasi virus corona di seluruh dunia dan wabah ini telah menyebar ke enam benua. Epidemi ini telah menyebabkan pembatasan perjalanan di pusat ekonomi utama di Cina dan Italia. Jumlah kematian dan kasus baru di daratan Tiongkok terus menerun, sebaliknya meningkat di wilayah dan negara lain. 

Kasus infeksi terbanyak setelah Tiongkok saat ini berada di Korea Selatan yang mencapai lebih dari 4.335 kasus dan 28 orang meninggal. Di Italia mencapai 2.036 kasus dan 52 orang meninggal, serta Iran dengan 1.501 kasus dan 66 orang meninggal.
Wabah ini juga tengah merebak di AS dengan jumlah kasus mencapai 100 orang dan kematian meningkat menjadi 6 orang.

Sementara di negara Indonesia ada dua pasien positif corona asal kota Depok yang tengah dirawat di Rumah Sakit Sulianti Saroso, Jakarta. Sementara, 10 orang yang masih didalami yakni seorang dari kapal pesiar Diamond Princess dan sembilan orang yang berada di rumah sakit.

Sedangkan 188 warga negara Indonesia (WNI) kru Kapal World Dream seluruhnya dinyatakan negatif. "Untuk kapal saya pikir sudah clear 188 Dream World enggak ada masalah, negatif semua," ungkapnya. "Diamond Princess dari 69, 68 clear dan sudah minta turunkan ke Sebaru sudah berproses.

 Georgieva mengatakan, IMF ingin melihat uang yang digunakan pertama untuk meningkatkan sistem perawatan kesehatan dan kemudian untuk program stimulus fiskal yang ditargetkan untuk membantu likuiditas. Organisasi ini juga bekerja sama dengan Bank Dunia untuk membantu negara-negara mendapatkan beberapa peralatan medis, seperti masker dan peralatan pernapasan yang digunakan untuk memerangi virus.