Sabtu, 13 Juni 2020

Tugas Berita Softnews dan Hardnews


MARI KITA PUTUSKAN MATA RANTAI PENYEBARAN COVID-19








Tangerang – Saat ini di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) masih belum ada vaksin untuk mencegah penyakit corona virus (COVID-19). Sampai dengan saat ini jumlah perkembangan COVID di INDONESIA masih terus naik, “di konfirmasi jumlah yang positif mencapai 7775 orang, sembuh 960 orang, dan yang meninggal dunia 647,” Sumber Wikipedia, Jumat (24/4/2020) Siang. Maka dari itu pemerintah menghimbau kepada semua masyarakat untuk berdiam diri dirumah guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona.
Wabah virus Corona (COVID-19) memiliki ciri-ciri berupa gejala ringan seperti pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan demam. Gejala lainnya yang cukup serius bagi sebagian orang dan dapat menyebabkan pneumonia atau sesak nafas.
Dalam beberapa kasus, virus Corona (COVID-19) ini dapat menyebabkan kematian, terutama kepada orang-orang dengan usia lanjut dan memiliki resiko tinggi (seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung), lebih rentan untu mengalami gejala yang berat.

Berikut beberapa tips untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona tersebut :
1.      Mencuci tangan secara rutin dengan gel pembersih yang memiliki kandungan alkohol atau sabun, bilas dengan air bersih.
2.      Menutup hidung dan mulut dengan tisu, atau batuk dan bersin pada bagian dalam siku.
3.      Hindari keramaian / kerumunan.
4.      Tidak melakukan aktivitas di luar rumah
5.      Tidak membuat kerumunan
6.      Hindari interaksi fisik (1 meter atau 3 kaki) dengan siapapun.
7.      Hindari orang yang memiliki gejala batuk, pilek, atau flu.
8.      Ketika terpaksa harus berpergian keluar rumah, sesampainya dirumah segera mungkin untuk mandi dan membersihkan diri.
9.      Selalu menggunakan masker saat keluar rumah.
10.  Berjemur guna untuk meningkatkan imun tubuh.

Sejauh ini pemerintah juga sudah memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) guna memutus penyebaran virus corona. Pemerintah sangat serius dalam menangani pandemi virus Corona tersebut. Untuk sekarang pemerintah juga mengadakan check point yang di dampingi oleh dinas kesehatan setempat dan TNI POLRI, semua yang berkendara di periksa. Jika ada pengendara yang masih melanggar syarat-syarat tertentu akan di berikan teguran dan di putar balikan dan di himbau untuk segera kembali ke kediamannya.
Pemerintah juga menegaskan kepada masyarakat untuk tahun ini yang mau mudik, untuk tidak pulang atau di tunda dahulu. Karena ditakutkan malah membawa wabah virus Corona tersebut ke kampung halaman nya masing-masing.



KELUHAN MASYARAKAT TERHADAP PANDEMI CORONA
Dito Satria
Minggu, 14 Juni 2020
                Tangerang - Karena jumlah pasien positif masih terus meningkat, pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk berdiam diri dirumah, serta mengeluarkan larangan untuk mudik, karena di takutkan membawa virus ke kampung halaman. Namun di tengah kebijakan pemerintah tersebut masyarakat menjadi bingung karena sudah sulit bertahan hidup di Kota disaat – saat seperti ini dan lebih memilih kembali ke kampung halaman.
Banyak masyarakat yang di rumahkan tanpa menerima bayaran oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Bahkan banyak pula yang sampai di PHK dari perusahaan nya, dan membuat mereka memutuskan untuk pulang ke kampung halaman karena sudah tidak punya pekerjaan.
Tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan masalah penurunan ekonomi mereka terhadap pemerintah. Masyarakat juga sangat menantikan datang nya bantuan sembako dari pemerintah, supaya mereka dapat bertahan hidup di tengah pandemi corona ini. Banyak masyarakat yang mengeluh dan menyangkan karena bantuan tersebut tidak sebanyak yang di beritakan.
“Yang masyarakat dengar dari berita tentang bantuan mencapai 600rb, Namun ketika sampai masyarakat hanya beras 5kg, telur 2kg, dan 10 bungkus mie instan. Jika di kalkulasi jumlahnya tidak sampai 600rb”, dari narasumber yang namanya tidak mau di sebutkan.
Beberapa masyarakat bahkan sudah menjual barang berharganya seperti emas dan barang barang berharga lainnya untuk mereka makan dan bertahan hidup, bahkan sudah bingung juga apa yang harus di jual lagi. Karena bantuan pemerintah yang terbatas dan bahkan tidak semua warga mendapatkannya dan akhirnya banyak masyarakat yang kesusahan dan kelaparan.
“karena enggak semua warga dapet bantuan sembako disini, begitu bantuan itu datang Warga sini dan RT setempat itu langsung menghitung ratakan. Biar sedikit tapi di usahakan semua warga disini kebagian gitu. Sebab yang merasakan susah kan bukan kita doang, masih banyak juga warga lainnya gitu makannya kasihan kalo gak kebagian. “ ucap salah seorang warga di tangerang.
“Kita semua berharap untuk masalah virus corona ini cepat selesai dan bersihlah, supaya semuanya bisa kembali normal lagi gitu. Karena udah puyeng juga kita pak banyak yang tidak bisa kerja jadinya. Sudah susah buat makan, kerja di PHK, dagang dilarang, bahkan pulang kampungpun sampai gaboleh. Kami bingung harus gimana lagi” sambut ibu – ibu kampung sekitar.